Jenis Subsidi yang Berlanjut di 2022, dari KUR sampai Bantuan PKL

  • Bagikan
subsidi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada beberapa stimulus baru yang masuk dalam program PEN bakal bergulir di awal tahun ini/ Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID –Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ada beberapa stimulus baru yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional bakal bergulir di awal tahun ini.

Program baru tersebut sudah mendapat persetujuan Presiden RI Joko Widodo untuk berlanjut di tahun 2022. Keempat program ini meliputi subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pemberian bantuan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) dan warung, sebagai program lanjutan dari tahun 2021.

“Bapak Presiden telah menyetujui awal tahun 2022 ada beberapa program baru yang frontloading pada tahun 2022,” sebut Airlangga dalam konferensi pers minggu ini.

Lantas, apa saja program baru tersebut?

1. Subsidi Bunga KUR

Mantan Menteri Perindustrian ini menyebutkan, pemerintah bakal melanjutkan stimulus baru subsidi bunga KUR sebesar 3 persen. Selain itu, plafonnya juga bertambah dari Rp 285 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 378 triliun di tahun 2022.

Kemudian, Cost of Fund turun sebesar 1 persen untuk KUR Super Mikro, 0,5 persen untuk KUR Mikro, dan 0,5 persen untuk KUR Kecil.

“Namun masyarakat akan tetap 3 persen sampai Bulan Juni dengan catatan tidak ada migrasi dari kredit komersial ke KUR. Jadi kita tidak ingin ada semacam kanibalisme, jadi hanya menggeser saja dari komersial ke KUR,” beber Airlangga.

Plafon KUR yang bisa warga ajukan menjadi Rp 10 juta – Rp 100 juta, dari sebelumnya hanya Rp 10 juta – Rp 50 juta. Sementara KUR untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari maksimal Rp 25 juta menjadi maksimal Rp 50 juta.

Di sisi lain, pihaknya juga mengubah KUR Khusus/Klaster tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR untuk sektor produksi non perdagangan, dan mengubah perpanjangan relaksasi kebijakan KUR pada masa pandemi Covid-19.

Dengan relaksasi, pengajuan KUR kecil tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR berlaku sampai 31 Desember 2022.

Kemudian, pemberian penundaan target sektor produksi sampai 31 Desember 2022 atau sesuai pertimbangan Komite, dan pemberian relaksasi administrasi bagi calon debitur KUR pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan penilaian obyektif penyalur KUR.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *