LPEI Tingkatkan Kapasitas Petani Garam, Untuk Dorong Ekspor

  • Bagikan
petani garam
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong petani garam untuk menjadi eksportir melalui Program Desa Devisa./ Foto; Republika/ Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong petani garam untuk menjadi eksportir melalui Program Desa Devisa. LPEI memberikan pelatihan kepada petani garam dan anggota Koperasi LEPP Mina Segara Dana di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R Gerald Setiawan Grisanto mengatakan program tersebut membantu mempersiapkan calon eksportir

Dan memenuhi permintaan pasar global sesuai standar produk ekspor sekaligus meningkatkan kapasitas dari sisi manajemen ekspor maupun teknik produksi.

“Pendampingan melalui Program Desa Devisa ini bertujuan mendorong koperasi dan para petani garam di Desa Kusamba menjadi eksportir melalui serangkaian pendampingan berdasarkan kebutuhan koperasi dan petani,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/12)

Program Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia  (LPEI)

Gerald menjelaskan bentuk program yang kita berikan kepada petani dan anggota koperasi pada Desa Devisa Garam Kusamba

Antara lain pelatihan produksi Bali sea salt rub, aspek branding dan digitalisasi, mengikuti pameran dagang, business matching, dan juga pendampingan pengurusan sertifikasi produk.

“Dengan mengikuti program ini, koperasi dan para petani dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membantu meningkatkan perekonomian setempat,” ucapnya.

LPEI memulai program tersebut sejak 2019, berawal dari Klaster Desa Devisa Kakao di Bali Kabupaten Jembrana menjadi Desa Devisa pertama dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi.

Selanjutnya ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta, dengan produk kerajinannya.

“Saat ini kedua desa devisa telah mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan ke negara-negara Eropa,” ucapnya.

Selama 2021 LPEI atau Indonesia Eximbank telah meluncurkan program Desa Devisa di Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali.

Yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, Desa Devisa Tenun Gresik, Desa Devisa Garam Kusamba dan Desa Devisa Rumput Laut Sidoarjo,

Dengan total penerima manfaat  mencapai 2.894 orang petani/penenun/pengrajin. (Yan)

Sumber : Republika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *