Berapa Biaya Asuransi Rumah dan Rumus Perhitungannya?

  • Bagikan
asuransi

JAKARTA, ZOZ.MY.ID – Berapa biaya membeli asuransi rumah atau bangunan? Pertanyaan tersebut barangkali kerap muncul di benak mereka yang sedang mencari rumah, terlebih apabila membeli rumah kita lakukan dengan KPR. Biaya asuransi dan perhitungannya sendiri memang cukup penting kita ketahui bagi mereka yang ingin mengasuransikan rumahnya.

Asuransi rumah memberikan perlindungan atas berbagai risiko yang bisa saja menimpa hunian kita di masa depan. Memang Karena pentingnya rumah, ada baiknya bersiap menghadapi risiko di luar kendali seperti rusak karena kebakaran, bencana alam, dan kerusakan karena penyebab lainnya. Merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, asuransi berarti perjanjian antara dua pihak atau lebih, yang mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian.

Dalam asuransi rumah, objek perlindungan tentulah rumah itu sendiri. Semakin besar premi, semakin besar pula resiko yang ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. Jenis asuransi secara umum, perusahaan asuransi membagi asuransi rumah dalam 2 kategori.

1. Asuransi kebakaran

Asuransi kebakaran adalah asuransi yang sangat umum dalam asuransi bangunan atau properti. Produk ini biasanya berpatokan pada Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI). Beberapa penyebab kebakaran yang masuk tanggungan antara lain arus pendek listrik, api menjalar dari tempat lain, sambaran petir, dan ledakan.

2. Asuransi all risk

Asuransi all risk adalah mencakup perlindungan terhadap rumah dari semua risiko. Cakupannya pun lebih luas seperti kebakaran, bencana alam, huru-hara, tindak kejahatan, dan sebagainya. Beberapa asuransi juga menawarkan cakupan sebagian, artinya semakin besar premi semakin banyak pula cakupan yang mereka lindungi.

Berapa biaya asuransi rumah?

Secara umum, rumus perhitungan premi asuransi rumah adalah uang pertanggungan kita kalikan dengan rate. Rate ini berbeda-beda antar perusahaan asuransi.

Premi = uang pertanggungan x rate

Sebagai contoh, Andi memiliki rumah dengan taksiran harga Rp 1 miliar dan memutuskan untuk mengasuransikannya, di mana perusahaan asuransi yang didatangi Andi menawarkan rate premi sebesar 0,21 persen.

Dengan begitu, Andi harus membayar premi asuransi pada perusahaan asuransi adalah sebesar Rp 2,1 juta. Sebelum membeli produk asuransi, calon nasabah asuransi perlu memastikan sendiri ke agen atau perusahaan asuransi, berapa angka premi yang harus dibayarkan nanti. Besaran rate premi rumah juga sudah diatur oleh ketentuan OJK, sehingga kurang lebih sama antara satu perusahaan asuransi dengan yang lain.

Uang pertanggungan premi asuransi untuk dipahami, perusahaan asuransi lazimnya hanya menghitung nilai pertanggungan berupa harga bangunannya saja alias tanpa menghitung tanahnya. Ini karena asuransi bangunan hanya menanggung risiko dari kerusakan.

Uang pertanggungan sendiri mereka hitung dengan beberapa pertimbangan. Sehingga dengan kata lain, uang pertanggungan bukan diambil dari harga pasar dari bangunan itu sendiri.

Beberapa pertimbangan dalam penentuan uang pertanggungan antara lain:

  • Tingkat risiko kerusakan, misalnya rumah di daerah rawan banjir atau becana alam lainnya.
  • Kualitas konstruksi bangunan. Jika kualitas konstruksinya rendah maka berisiko mudah rusak, preminya pun jadi mahal.
  • Perkembangan nilai properti yang berkaitan dengan lokasi. Selain premi, nasabah asuransi juga biasanya akan mereka kenakan biaya asuransi berupa fee administrasi yang besarannya relatif lebih kecil dari nilai premi.(Fath)

Sumber : kompas.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *