Berikut Kesaktian Suku Baduy yang Perlu Kita Ketahui?

  • Bagikan
orang
Suku Baduy terkenal dengan mantra saktinya, masyarakat Baduy juga sangat kuat berjalan kaki ratusan kilometer ditengah terik tanpa alas kaki/Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID – Orang Baduy atau Kanekes terkenal dan mantra-mantra saktinya. Dengan mantra yang mereka miliki kemudian dibaca saat hendak melakukan sesuatu, seperti berburu hewan atau apa pun, sangat mustajab. Lebah di atas pohon atau hewan atau binatang hutan yang ingin kita tangkap, aka begitu mudah datang. Dengan berkomat kamit lalu menyapukan tangan mereka kea rah sarang dan kerumunan ribuan lebah, dalam hitungan detik setelah mereka baca, lebah berterbangan menjauh meninggalkan sarang dan sarang pun langsung dipetik oleh pemuda Baduy ini dengan aman.

Apabila seseoran meminta mantra mereka, mereka tidak akan memberikannya. Karena aturan adat melarang mereka membocorkan mantra-mantara apa pun di masyarakat Baduy untuk keluar kepada orang lain di luar Suku Baduy.

Kesaktian Suku Baduy

Mantra itu pun tidak mudah pula dikuasai oleh mereka sakalipun. Sebab belajar mantra itu, menggunakan ritual tertentu seperti dengan ayam putih dan Rain putih berikut air putih. Pemberi ijazah itu adalah tetua adat yang berilmu sakti mandraguna. Tetua ini tidak bisa ditemui orang luar, kecuali pemuda Baduy sendiri yang dipersiapkan sebagal penerus ilmu-ilmu gaib Suku Baduy.

Selain ilmu menaklukkan hewan buas, lebah berbahaya dan ular berbisa, masyarakat Baduy juga sangat kuat berjalan kaki ratusan kilometer di tengah terik tanpa alas kaki. Telapak kaki mereka menjadi tebal dan kuat. Paku akan bengkok, duri akan patah bila terinjak oleh telapak kaki mereka.

Saking kuatnya telapak kaki, bukannya paku yang menancap di kulit mereka, tapi paku menjadi patah dan bengkok oleh kaki mereka. Mantra apa pula yang mereka bacakan jika mereka mau bepergian ribuan kilometer dan kampung Suku Baduy Banten ini?

Kepercayaan Suku Baduy

Apabila mereka ke Jakarta dengan jarak yang begitu jauh, mereka berjalan kaki, dan apabila ngantuk mereka tidur di kebon-kebon, di saung kosong atau di bawah pohon rindang. Mereka dilarang untuk tidur di mesjid atau di musholah. Larangan tetua adat karena agama mereka bukan Islam. Maka tu, tidak boleh tidur di tempat umat Islam.

“Agama kami agama Nabi Adam, agama Sunda Wiwitan,” kata mereka jika ditanya. Tuhan mereka adalah Penguasa Alam Semesta, yang memberi hidup dan kehidupan bagi mereka. Penguasa alam yang memberi kesuburan tanaman dan memberikan kesehatan bagi mereka keluarga Baduy.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *