Misteri Pusaka Sunan Bonang dan Jelmaan Utusan Majapahit

  • Bagikan
bende becak
Masayarakat Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Memiliki tradisi Penjamasan Bende Becak, pusaka peninggalan Sunan Bonang/ Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID— Masayarakat Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah memiliki tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun sejak tujuh abad silam tradisi ini digelar setiap 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Penjamasan Bende Becak, pusaka peninggalan Sunan Bonang.

Melansir dari beragam sumber, Jumat (10/12/2021), tradisi ini merupakan ritual Penjamasan dan penggantian kain kafan pusaka peninggalan Sunan tersebut berupa gong kecil atau dalam bahasa masyarakat Bonang terkenal dengan sebutan bende.

Pusaka tersebut bernamakan Bende Becak karena gong kecil itu teryakini merupakan jelmaan dari sosok manusia yang bernama Becak. Konon, Becak “mendapat kutukan” oleh Sunan Bonang sehingga berubah wujud menjadi gong kecil atau bende.

Pusaka Bende Becak

Menurut cerita dari, Kiai Abdul Wakhid atau juru kunci pusaka Raden Maulana Makdrun Ibrahim terdahulu, Pusaka tersebut merupakan penjelmaan utusan dari Kerajaan Majapahit Bernama Becak yang hendak menghadap Sunan untuk memberitahu bahwa “Prabu Brawijaya belum hendak mengiyakan ajakan Sunan Bonang untuk memeluk Islam.

Karena Sunan Bonang masih mengajar, Becak sunan minta menunggu pada halaman masjid. Tapi sepertinya Becak agak jenuh menunggu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *