Mengenal Apa itu Bulu Perindu, Ini Pengertian, Ciri, dan Manfaatnya

  • Bagikan
Mitos
Bulu perindu adalah sebuah benda yang kerap dikaitkan dengan hal mistis. Benda tersebut biasanya dianggap bisa membantu mencapai keinginan/Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID – Bulu perindu adalah sebuah benda yang kerap dikaitkan dengan hal mistis. Benda-benda tersebut biasanya dianggap bisa membantu mencapai keinginan.

Sejak dahulu, kepercayaan terhadap benda-benda mistis bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia yang berasal dari beragam suku dan budaya.

Kepercayaan mistik ini muncul dari masyarakat itu sendiri yang mewujud menjadi mitos ataupun legenda yang bisa mempengaruhi perilaku masyarakat.

Misal, kepercayaan yang berkembang pada masyarakat bahwa tidak boleh duduk pada depan pintu, karena akan sulit jodoh. Selain itu ada juga mitos tidak boleh membuka payung di dalam rumah karena akan membawa sial.

Pengertian Bulu Perindu

Mengutip dari laman resmi uinsby.ac.id, sebuah penelitian tentang ‘Praktik Jual Beli Bulu Perindu dalam Perspektif Hukum Islam’ (Studi Kasus di Kendangsari Surabaya) oleh Zahrotun Nisa mengatakan bahwa bulu perindu adalah sebuah homonim karena memiliki arti ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Bulu perindu adalah bulu kecil seperti ijuk yang biasanya berasal dari hati rumpun bambu atau dari sarang burung Rajawali atau Elang yang memiliki jenis kelamin jantan dan betina.

Ciri-Cirinya

Menurut penelitian tersebut, bulu perindu mempunyai ciri fisik antara lain:

– Berbentuk menyerupai pangkal yang tebal dan ujung yang tipis

– Memiliki panjang sekitar 5-7 cm dan ketebalan sampai 1 ml, dengan warna coklat kehitaman

– Bentuknya sepasang, satunya berjenis kelamin jantan, dan yang satunya betina

Bulu perindu hanya berkhasiat untuk pengasihan bila kedua ujungnya kita satukan atau kita kaitkan satu dengan yang lain. Selain itu juga memiliki keistimewaan saat kita tetesi atau kita basahi dengan air dan diletakkan di atas lantai atau selembar kertas.

Konon, benda tersebut akan bergerak seperti hidup dan menggeliat-geliat seperti cacing, dan ketika sepasang bulu perindu ini kita dekatkan atau kita pertemukan ujungnya secara perlahan benda ini akan saling mendekat atau saling melilit seperti sepasang kekasih yang sedang melepaskan atau sedang melampiaskan rasa rindunya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *