Berikut Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur

  • Bagikan
penyakit
Insomnia atau susah tidur sering terjadi saat Seseorang sedang banyak pikiran atau stres. Berikut Kondisi Medis yang Membuat Anda Susah Tidur/Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID – Insomnia atau susah tidur sering terjadi saat Seseorang sedang banyak pikiran ataupun stres. Namun sebenarnya, ada banyak faktor lain yang bisa membuat Anda kesulitan tidur di malam hari. Kondisi medis tertentu termasuk pula di antaranya.

Apa saja kondisi medis yang jadi penyebab insomnia? Berikut penjelasannya.

1. Gangguan Pernapasan

Penyebab susah tidur yang pertama adalah gangguan pernapasan. Alergi dan asma adalah kondisi yang paling sering mengganggu pernapasan ketika tidur. Gangguan tidur seperti mendengkur juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Mendengkur yang parah bisa berupa sleep apnea, yang memotong pernapasan hingga membangunkan Anda saat tidur malam. Akibatnya, kualitas tidur juga akan menurun.

2. Demensia

Penyebab penyakit insomnia berikutnya adalah demensia. Seiring dengan hilangnya ingatan, Alzheimer dan bentuk demensia lainnya dapat mengganggu ketenangan saat tidur. Penderita dapat gelisah saat tidur. Kondisi ini dikenal sebagai sundown syndrome atau sundowning.

Orang tersebut mungkin bingung, cemas, gelisah, atau agresif menjelang waktu tidur. Mereka bisa mulai mondar-mandir atau bahkan berkeliaran.

Penderita demensia dan Alzheimer bisa tetap terjaga sepanjang malam. Namun, perilaku ini tak selalu terjadi.

3. Gatal

Kondisi seperti psoriasis dan eksim dapat membuat kulit terasa amat gatal, sehingga akan mengganggu momen tidur.

Sebab, saat gatal menyerang, Anda hanya akan fokus dengan rasa gatal itu. Semakin intens Anda menggaruk, semakin sulit pula untuk terlelap.

4. Penyakit Parkinson

Orang dengan parkinson cenderung kurang tidur dan bangun lebih sering daripada orang lain.

Penyakit Parkinson diketahui mengganggu sinyal otak dan saraf. Penderitanya cenderung mengalami sleep apnea dan menjadi sering bangun untuk buang air kecil.

5. Nyeri Akibat Penyakit Kronik

Rasa nyeri dapat menjadi penyebab penyakit insomnia yang mungkin tidak Anda sadari. Beberapa kondisi nyeri yang bisa membuat Anda sulit tidur antara lain radang sendi, masalah punggung kronis, kanker, atau kondisi lain seperti fibromyalgia.

6. Stres

Beragam peristiwa yang mengganggu pikiran seperti kehilangan pekerjaan atau kematian orang yang dicintai bisa menyebabkan seseorang susah tidur karena stres.

Dokter mungkin menyebutnya insomnia akut. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa malam.

Akan tetapi, gangguan kecemasan, serangan panik, dan PTSD (post-traumatic stress disorder) juga bisa jadi penyebab penyakit insomnia kronis yang lebih serius.

7. Masalah Mental

Keadaan mental yang bermasalah berperan yang penting dalam urusan tidur. Orang yang mengalami depresi sangat mungkin punya masalah susah tidur, termasuk insomnia.

Masalah mental yang biasanya terjadi adalah kecemasan, bipolar, dan gangguan obsesif-kompulsif.

8. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit kronik pada sistem pencernaan. Pada kondisi ini, asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) sehingga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada esofagus.

Penderita akan merasakan sensasi tidak nyaman dan panas di area dada, kerongkongan, serta pencernaan.

Sering kali penderita juga merasa jantung berdebar-debar sehingga mengira sedang sakit jantung dan timbul kecemasan yang membuat penderita sulit tidur.

9. Penyakit Ginjal

Ginjal berfungsi sebagai organ penyaring racun-racun di dalam tubuh. Apabila terjadi gangguan di organ tersebut, akan terjadi ketidakseimbangan kimia di dalam aliran tubuh.

Salah satu dampaknya, penderita bisa menjadi lebih susah tidur.

10. Stroke

Gangguan stroke yang memengaruhi otak dapat membuat seseorang sulit tidur. Hal ini disebabkan kerusakan di pusat-pusat otak yang mengontrol penggerak tidur.

Itulah beberapa masalah fisik ataupun psikis yang dapat menjadi penyebab insomnia yang Anda alami. Ingat, kondisi di atas bisa dialami siapa pun.(Fath)

Sumber : klikdokter

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *