Apakah Mobil LGCG Mulai Ditinggalkan Pembeli? Cek Faktanya

  • Bagikan
mobil lcgc
Mobil yang masuk ke dalam segmen low cost green car atau LCGC, hadir pertama kali pada 2013 untuk memberikan alternatif pada masyarakat. / Foto Ilustrasi Mobil LCGC / Istimewa

ZOZ.my.id– Mobil yang masuk ke dalam segmen low cost green car atau LCGC, hadir pertama kali pada 2013 untuk memberikan alternatif pada masyarakat yang membutuhkan kendaraan bermotor roda empat dengan harga terjangkau.

Lima agen pemegang merek, yakni Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Datsun kemudian mengikuti proyek ini. Namun beberapa tahun kemudian, Datsun harus gulung tikar sehingga menyisakan empat pabrikan saja.

Pada tahun ini, Suzuki juga memutuskan untuk tidak lagi memasarkan Karimun Wagon R di Tanah Air. Alhasil, hanya ada tiga pemain di segmen LCGC. Apakah ini menunjukkan pasarnya semakin mengecil?

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa sampai saat ini produk Toyota Agya dan Toyota Calya masih mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kontribusinya tetap luar biasa, Agya per bulan mendekati 2.000-an unit, Calya hampir 4.000 unit,” ujarnya saat konferensi pers virtual, mengutip dari VIVA Otomotif Selasa 23 November 2021.

Penjualan Mobil LCGC Toyota Masih Bagus

Sepanjang Januari sampai Oktober tahun ini, Anton mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menjual 23 ribu unit mobil LCGC Toyota. Hal itu menurutnya sangat baik, mengingat situasi di dalam negeri yang masih dalam masa pandemi.

“Saya rasa lihat kontribusi demografi, LCGC masih salah satu model yang disukai pembeli mobil pertama,” tuturnya.

Business Innovation and Marketing merangkap Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan hal senada. Ia menuturkan, sampai saat ini penerimaan pasar terhadap model Honda Brio Satya masih sangat positif.

“Honda Brio tahun lalu mobil terlaris di Indonesia, kami optimis peminat masih sangat tinggi. Namun, kami terkendala pasokan semikonduktor, dan dengan terpaksa di September sangat jauh penjualannya,” ungkapnya di pameran GIIAS 2021.

Terkait adanya pajak karbon yang mengharuskan mobil LCGC terkena pajak barang mewah atau PPnBM sebesar 3 persen, Billy menjelaskan bahwa status kendaraan tersebut tetap yang paling murah. “Pajak untuk LCGC tahun depan naik 3 persen, untuk program kendaraan lainnya terendah 15 persen. Kami yakin pasar LCGC masih banyak peminatnya, karena jadi mobil first time buyer,” jelasnya. ( Dani )

Sumber : Viva.co.id

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *