Truk ODOL Bisa Berpotensi Bikin Malu Indonesia

  • Bagikan
truk odol
Truk ODOL masih banyak beredar di Indonesia. Pemerintah menargetkan 1 Januari 2023 jalanan Indonesia akan bebas kendaraan ODOL. / Foto Ilustrasi truk ODOL / Istimewa

ZOZ.MY.ID– Truk over dimension over loading (ODOL) masih banyak beredar di Indonesia. Pemerintah menargetkan 1 Januari 2023 jalanan Indonesia akan bebas kendaraan ODOL.

Direktur Sarana Transportasi Jalan, Mohammad Rizal Wasal, mengatakan truk ODOL yang masih ada di Indonesia bikin malu negara di mata negara tetangga. Menurut Rizal, Indonesia bisa terlihat negatif karena banyaknya truk ODOL.

“Kita ingin penilaian dari negara tetangga bahwa orang Indonesia transportasinya nggak berkeselamatan bisa dihapus. Kita agak malu hati, kendaraan kita nggak boleh beredar di Malaysia, di Singapura, di Thailand karena tidak berkeselamatan,” kata Rizal dalam seminar harian GIIAS 2021, Kamis (18/11/2021).

Kata Rizal, dengan target pemerintah Indonesia bebas ODOL 1  Januari 2023, maka penilaian negatif itu dapat terhapus. “Sehingga kita kembali menjadi orang yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” ucapnya.

Truk ODOL berpotensi menimbulkan kecelakaan. Banyak kejadian kecelakaan yang akibat truk ODOL. Karena kelebihan muatan pula, truk ODOL berpotensi mengalami rangka patah.

Hal itu kerap terjadi karena pengguna truk ODOL tidak memperhitungkan dan mempertimbangkan kekuatan dari kendaraan truk itu sendiri. Kendaraan ODOL juga berpotensi menjadi tidak seimbang dan mudah terguling. Semua kondisi tersebut menyebabkan kecelakaan yang berujung pada kematian bagi pengemudi dan pengendara lain, yang berarti fatalitas.

Truk ODOL juga tersebut merugikan negara. Pelanggaran terbanyak yang di temukan adalah truk over loading sebesar 84,43%. Truk ODOL menimbulkan biaya sosial yang cukup besar. Di antaranya yaitu biaya bahan bakar tinggi, berkontribusi besar pada kerusakan jalan, bahkan polusi dan kecelakaan.

Bahkan, berdasarkan laporan Kementerian PUPR dalam satu tahun kerugian negara akibat truk ODOL mencapai Rp 43 triliun.

Adapun beberapa upaya untuk mengurangi aktivitas truk ODOL adalah kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih dilarang masuk jalan tol. Upaya ini juga ditujukan untuk keselamatan dan mengalihkan sebagian angkutan jalan ke moda lain seperti angkutan kereta dan angkutan laut. ( Dani )

Sumber : detikoto

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *