Beruntung Dua Wanita ini sembuh dari Penyakit HIV

  • Bagikan
hiv
Seorang wanita yang tak disebutkan namanya menjadi orang kedua di dunia yang dinyakan 'sembuh' dari HIV (human immunodeficiency virus)/Foto:Istimewa

JAKARTA, ZOZ.my.id– Seorang wanita yang tak disebutkan namanya menjadi orang kedua di dunia yang kita nyakan ‘sembuh’ dari HIV (human immunodeficiency virus) setelah terinfeksi pada 2013. Ia ‘sembuh’ secara alami tanpa treatment apapun.

Kita juluki ‘Esperanza patient’, diambil dari tempat tinggalnya di Argentina, wanita ini pertama kali terdiagnosis HIV-1 pada 2021. Setelah 8 tahun pemeriksaan lanjutan, dengan total 10 tes viral load, saat ini tidak ditemukan lagi bukti adanya infeksi.

Sebelumnya, ada dua kasus pasien kita nyatakan ‘sembuh’ dari penyakit HIV (human immunodeficiency virus). Keduanya adalah Timothy Ray Brown alias ‘Berlin patient’ (Tervonis positif pada 1995) dan ‘London patient’ (Tervonis pada 2003). Bedanya, keduanya kita nyatakan bebas penyakit HIV setelah menjalani transplantasi stem cell.

Ilmuan Mulai Mencari Tahu

Sejak saat itu, para ilmuwan di dunia  berusaha mempelajari bagaimana tubuh secara alami bisa melawan virus. Termasuk tanpa bantuan obat maupun transplantasi, yang sangat langka dan mereka sebut sebagai ‘elite controller’.

Dalam kaum elit tersebut, Esperanza patient cukup kita perhitungkan karena biasanya masih ada tanda-tanda virus yang terdeteksi.

Menurut para peneliti, apa yang terjadi pada Esperanza patient adalah tingkatan yang lain. Wanita ini tampak mencapai kondisi benar-benar bersih dari replikasi HIV-1. Selama 8 tahun pemeriksaan lanjutan, ia hanya satu kali mengonsumsi ART (antiretroviral) yakni saat hamil antara 2019-2020.

“Yang membedakannya dari ‘elite controller’ lain adalah tidak adanya provirus HIV-1 dan partikel virus HIV-1 yang bisa bereplikasi pada banyak sel,” kata ilmuwan yang melaporkan kasus ini, mengutip dari Sciencealert.

Satu-satunya kasus yang menyerupai Esperanza patient adalah Californian patient yakni Loreen Willenberg. Pasien ini tidak menunjukkan adanya infeksi pada pemeriksaan peripheral blood mononuclear cells (PBMCs).

“Apakah ini menyiratkan bahwa pasien kami membentuk penyembuhan yang mensterilkan infeksi secara alami? Kami meyakininya demikian, tetapi tidak bisa membuktikan,” kata para ilmuwan. (Fath)

Sumber:detik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *